This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 02 Desember 2018

ANALIS USAHA TANI DAN BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT VARIETAS SUTERA

ANALIS USAHA TANI DAN BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT VARIETAS SUTERA
Dimas Adi Saputra 
522017025
       Kangkung darat (Ipomea reptans Poir) merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat populer bagi rakyat Indonesia dan digemari oleh semua lapisan masyarakat, karena rasanya yang gurih. Tanaman kangkung termasuk kelompok tanaman sayuran semusim, berumur pendek dan tidak memerlukan areal yang luas untuk membudidayakannya, sehingga memungkinkan untuk dibudidayakan pada daerah perkotaan yang umumnya mempunyai lahan pekarangan terbatas. Selain rasanya yang gurih, gizi yang terdapat pada sayuran kangkung cukup tinggi, seperti vitamin A, B dan C serta berbagai mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan.
Kangkung terdapat di seluruh kepulauan Indonesia dan dikenal kultivar-kultivar lokal yang memiliki kualitas yang tinggi, antara lain daunnya berwarna  hijau muda cerah dan menarik. Daun lebar (kangkung air) atau daun sempit (kangkung darat) dan berbatang renyah Panen pada saat tanaman berumur 39 hari setelah tanaman (HST) menghasilkan daun sebanyak 23 ton/ha. Di Indonesia dikenal dua tipe kangkung yaitu kangkung darat dan kangkung air kangkung tergolong sayuran yang sangat populer, karena banyak peminatnya.
Dari segi ekonomi, tanaman sayuran dapat dijadikan sumber penghasilan masyarakat. Adanya arus globalisasi di bidang perdagangan, maka orientasi pasar kangkung tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar luar negeri yang justru lebih menjanjikan dimasa depan, karena permintaan terus meningkat dan harga jualnya tinggi, akan lebih baik jika mutu sayuran sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kualitas sayuran yang diinginkan oleh produsen adalah sayuran dengan kualitas yang baik, kesegaran bentuk, warna dan tidak mengandung residu pestisida dan kandungan logam berat.
Iklim Tanaman kangkung dapat tumbuh baik di tempat yang bersuhu dingin, sehingga dapat diusahakan di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah, meskipun demikian tanaman kangkung akan lebih baik jika ditanam di dataran tinggi dan daerah yang cocok adalah mulai dari ketinggian 500-2000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketinggian tempat yang memberikan pertumbuhan optimal pada tanaman kangkung akar adalah 1000-1750 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi iklim yang dikehendaki untuk pertumbuhan kangkung adalah daerah yang mempunyai suhu malam 18 0C dan siang harinya 280C. Tanah yang sesuai untuk ditanami kangkung adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur. Derajat keasamaan (pH) tanah yang baik untuk tanaman kangkung berkisar antara 5,5-6,5, aerasi lahan sempurna dan tanaman cukup mendapat sinar matahari.
Pembahasan:
1.        Pengolahan lahan
Pengolahan lahan yang disini yaitu pembersihan gulma, pembuatan bedengan, serta pemberian pupuk kandang pada lahan yang sudah diolah. Pengolahan lahan dari pembersihan gulma, pembuatan bedengan penggemboran lahan hingga rapi menjadi bedengan yang utuh, penyiraman untuk menyatukan pupuk kandang dengan tanah  dan sampai siap untuk pemupukan membutuhkan waktu 2 minggu.
2.        Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2x yaitu pada saat pengolahan lahan seminggu sebelum tanam dengan cara diaplikasikan pada setiap bedengan yang sudah diolah setelah itu bedengan dicangkul kembali agar pupuk tercampur rata dengan tanah dan pada saat penanama benih pada lahan aplikasinya dengan cara memberi pupuk pada lubang tanam sebelum di tanam benih kangkung pupuk yang digunakan pupuk kandang.
3.        Penanaman
Penanaman dilakuakan pada sore hari dan pagi hari dengan jarak tanam 20 x 20 antar tanaman dan tiap lubang diberi 3 biji benih, sebelum benih kangkung ditanam direndam terlebih dahulu selama satu jam, supaya benih bisa menyerap air dan air yang diserap masuk kedalam benih untuk mengaktifkan sel-sel biji tumbuh air juga berguna untuk melunakan kulit biji menyebabkan pembengkakan emberio sehingga kulit benih nantinya menjadi pecah. Penanaman ini juga di sertai dengan pemberian pupuk tiap lubang tanam tapi perlakuan ini hanya untuk dua bedengan, dua bedengan lagi lubanga tanam tidak diberi pupuk kandang alasan melakukan perlakuan ini untuk melihat perbedaan antara pertumbuhan tanaman yang menggunakan perlakuan diberi pupuk  kandang pada lubang tanam deng yang tidak diberi pupuk kandang pada lubang tanam. Sejauh ini dari hasil yang diteliti kalau memang ada perbedaan antara dua perlakuan ini dimana tanaman yang lebih cepat tinggi tanaman yang mengguankan pupuk kandang pada lubang tanam, meski tidak jauh perbedaan tetapi tetap lebih bagus tanaman kangkung yang lebih menggunakan lubang tanam yang diberi pupuk kandang dari pada yang tidak diberi pupuk pada lubang tanam. Kenapa disini menggunkan lubang tanam dan jarak tanam ini untuk memudahakan dalam penyiraman dan pembersihan gulma pada pedengan yang berisi tanaman kangkung.
4.        Penyiraman
Penyiraman pada lahan hanya kami lakukan seminggu 2x, bahakan setelah hujan kami hanya melakukan sekali penyiraman. Penyiraman hanya  dilakukan berikan pada lubang tanam ini untuk menghemat air jadi satu lubang tanam satu gelas plastik.
5.                  Pengendalian
Pengendalian disini yaitu pengendalian gulma secara manual dengan mencabut gulma dengan tangan tanpa bantuan alat yang ada disekitar tanaman kangkung yang sedang dibudidayakan. Kenapa gulma ini harus dikendalikan supaya tidak bersaing dengan tanaman untuk berebut unsur hara yang ada dalam tanah, supaya tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik. Tanaman kangkung membutuhkan unsur hara makro dalam jumlah yang seimbang dari tanah, unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman kangkung antara lain nitrogen 16%, fosfor 12%.
6.        Panen
Pemanenan tanaman kangkung darat biasa dilakukan setelah umur kangkung mencapai  usia 30-40 hari setelah tanam, pemanenan dapat dilakukan dua cara yaitu dengan mencabut tanaman kangkung dan dengan cara memotong batang tanaman kangkung dengan hati-hati agar tanaman kangkung tetap terlihat bagus sampai pada saat pemasaran batang dan daun kangkung tidak rusak.
3.2    Hasil dan Analisis Ekonomi
Hasil analisis usahatani budidaya kangkung didasarkan pada potensi yang dapat dihasilkan oleh tanaman kangkung karena waktu praktikum yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan budidaya lebih lanjut. Berikut beberapa uraian analisis usahatani budidaya kangkung:
Table 1. Biaya variable
No
Rincian
Jumlah
Harga satuan (Rp)
Total nilai (Rp)
1
  1. pupuk




-          pupuk kandang
80 kg
Rp. 500/kg
Rp 40.000

  1. benih
3 bungkus
Rp. 10.000
Rp 30.000
Jumlah
 Rp 70.000
Tabel 2. Biaya Variabel (penyusutan)
Barang
Harga satuan
Hari pakai
Usia kehandalan
Perhitungan
Cangkul
75.000
3 bulan (90 hari)
3 tahun (1080 hari)
 90/1.080x75.000x1 = 6.000
Gembor
25.000
3 bulan (90 hari)
2 tahun (720 hari)
90/720x25.000x2 = 6.500
Sabit
30.000
3 bulan (90 hari)
3 tahun (1080 hari)
90/720x30.000x2 = 7.500
Ember
30.000
3 bulan
(90 hari)
2 tahun (720 hari)
90/720x30.000x2 = 7.500
Garu
60.000
3 bulan (90 hari)
3 tahun (1080 hari)
90/1080x60.000x1 = 5.000
Total Biaya Penyusutan
Rp 32.500





















Tabel 3. Biaya Variabel Tenaga Kerja (implisit)
jumlah
Rincian
Frekuensi
Harga satuan
Total biaya
2 orang pekerja
Pengolahan lahan
2




Rp. 15.000/orang
Rp. 60.000
Pemupukan
1
Rp. 30.000
Penanaman
2
Rp. 60.000
Penyiraman
2
Rp. 60.000
Penyulaman
1
Rp. 30.000
Jumlah
Rp. 240.000


















Tabel 4. Biaya tetap
Jenis Input
Jumlah
Harga satuan
Total biaya
Sewa lahan
35 m2
Rp 1.700/m2
Rp 178.500 selama 3 bulan

Ø  Analisis Potensi Keuntungan
1.      Input
·         Total Biaya Tetap
TFC = Sewa lahan
            =  Rp 178.500
·         Total Biaya Variabel
   TVC = biaya variabel + biaya penyusutan + biaya implisit
            =  Rp. 70.000 + Rp. 32.000 + Rp. 240.000
            = Rp. 342.000
·         Total Biaya (TC)
TC    = TFC + TVC
            = Rp. 178.500 + Rp 342.000
            = Rp. 520.500
2.      Output
Ø  Hasil Produksi
Luas lahan = 35 m2
Luas perbedengan = 8,75 m2
Jumlah bedengan  = 4
Jarak tanam 20 cm x 20 cm = 400 cm2
Populasi tanaman kangkung = 87500/400 = 219 x 3 tanaman = 657 populasi tanaman per bedeng
Populasi lahan 4 bedengan x 657 = 2628 tanaman
Satu ikat kangkung darat = 10 tanaman
Jumlah ikat kangkung darat = 2628/10= 263 ikat
Ø  Pendapatan
   = jumlah produksi x harga
   = 263 ikat x Rp. 3.000
Ø  Total Pendapatan = Rp.789.000
Ø  Keuntungan
Keuntungan = total pendapatan – biaya total
= Rp. 789.000– Rp.520.500
= Rp. 268.500
Ø  Rasio R/C
Rasio R/C= 789.000/520.000= 1,51

·         Jika nilai R/C ratio ≥ 1, maka usaha tani layak
·         Jika nilai R/C ratio ≤ 1, maka usaha tani tidak layak


Sumber :
Sofiari. 2009.KarakterisasiKangkung Varietas Sutera Berdasarkan Panduan Pengujian       Individual. Jurnal Agronome. Volume 15(2): 49-50.
Suwandi, N.N. Husna, M. S. 2004. Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pemupukan NPK    Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kangkung darat.Jurnal Penelitian Hortikultura    Volume 17 (4):20-28.

 Syafri, Edi. S. 2014. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil         Tanaman Kangkung Darat (Ipomea Reptans Poir). Jurnal Agroekoteknologi Fakultas            Pertanian Universitas Jambi. Volume 1 (3): 12-17.

Alasan kenapa memilih tema ini karena:
untuk mengetahui analisis usaha tani tanaman kangkung apakah tanaman tersebut layak atau tidak untuk dijadikan bisnis kedepannya dan artikel saya buat ini dari hasil praktikum saya dasar-dasar agronomi waktu kemarin.