ANALIS USAHA TANI DAN BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG DARAT VARIETAS SUTERA
Dimas Adi Saputra
522017025
Kangkung darat (Ipomea reptans Poir) merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat
populer bagi rakyat Indonesia dan digemari oleh semua lapisan masyarakat,
karena rasanya yang gurih. Tanaman kangkung termasuk kelompok tanaman sayuran
semusim, berumur pendek dan tidak memerlukan areal yang luas untuk
membudidayakannya, sehingga memungkinkan untuk dibudidayakan pada daerah
perkotaan yang umumnya mempunyai lahan pekarangan terbatas. Selain rasanya yang
gurih, gizi yang terdapat pada sayuran kangkung cukup tinggi, seperti vitamin
A, B dan C serta berbagai mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan
badan dan kesehatan.
Kangkung terdapat di seluruh kepulauan Indonesia
dan dikenal kultivar-kultivar lokal yang memiliki kualitas yang tinggi, antara
lain daunnya berwarna hijau muda cerah
dan menarik. Daun lebar (kangkung air) atau daun sempit (kangkung darat) dan
berbatang renyah Panen pada saat tanaman berumur 39 hari setelah tanaman (HST)
menghasilkan daun sebanyak 23 ton/ha. Di Indonesia dikenal dua tipe kangkung
yaitu kangkung darat dan kangkung air kangkung tergolong sayuran yang sangat populer,
karena banyak peminatnya.
Dari segi ekonomi, tanaman sayuran dapat
dijadikan sumber penghasilan masyarakat. Adanya arus globalisasi di bidang
perdagangan, maka orientasi pasar kangkung tidak hanya di dalam negeri tetapi
juga di pasar luar negeri yang justru lebih menjanjikan dimasa depan, karena
permintaan terus meningkat dan harga jualnya tinggi, akan lebih baik jika mutu
sayuran sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kualitas sayuran yang diinginkan
oleh produsen adalah sayuran dengan kualitas yang baik, kesegaran bentuk, warna
dan tidak mengandung residu pestisida dan kandungan logam berat.
Iklim Tanaman kangkung dapat tumbuh baik di
tempat yang bersuhu dingin, sehingga dapat diusahakan di daerah dataran tinggi
maupun dataran rendah, meskipun demikian tanaman kangkung akan lebih baik jika
ditanam di dataran tinggi dan daerah yang cocok adalah mulai dari ketinggian
500-2000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketinggian tempat yang memberikan
pertumbuhan optimal pada tanaman kangkung akar adalah 1000-1750 meter di atas
permukaan laut (mdpl). Kondisi iklim yang dikehendaki untuk pertumbuhan
kangkung adalah daerah yang mempunyai suhu malam 18 0C dan siang harinya 280C. Tanah
yang sesuai untuk ditanami kangkung adalah tanah gembur, banyak mengandung
humus, subur. Derajat keasamaan (pH) tanah yang baik untuk tanaman kangkung
berkisar antara 5,5-6,5, aerasi lahan sempurna dan tanaman cukup mendapat sinar
matahari.
Pembahasan:
1.
Pengolahan lahan
Pengolahan lahan yang disini yaitu pembersihan
gulma, pembuatan bedengan, serta pemberian pupuk kandang pada lahan yang sudah
diolah. Pengolahan lahan dari pembersihan gulma, pembuatan bedengan
penggemboran lahan hingga rapi menjadi bedengan yang utuh, penyiraman
untuk menyatukan pupuk kandang dengan tanah
dan sampai siap untuk pemupukan membutuhkan waktu 2 minggu.
2.
Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2x yaitu pada saat pengolahan
lahan seminggu sebelum tanam dengan cara diaplikasikan pada setiap bedengan
yang sudah diolah setelah itu bedengan dicangkul kembali agar pupuk tercampur
rata dengan tanah dan pada saat penanama benih pada lahan aplikasinya dengan
cara memberi pupuk pada lubang tanam sebelum di tanam benih kangkung pupuk yang
digunakan pupuk kandang.
3.
Penanaman
Penanaman dilakuakan pada sore hari dan pagi hari
dengan jarak tanam 20 x 20 antar tanaman dan tiap lubang diberi 3 biji benih,
sebelum benih kangkung ditanam direndam terlebih dahulu selama satu jam, supaya
benih bisa menyerap air dan air yang diserap masuk kedalam benih untuk
mengaktifkan sel-sel biji tumbuh air juga berguna untuk melunakan kulit biji menyebabkan
pembengkakan emberio sehingga kulit benih nantinya menjadi pecah. Penanaman ini juga di
sertai dengan pemberian pupuk tiap lubang tanam tapi perlakuan ini hanya untuk
dua bedengan, dua bedengan lagi lubanga tanam tidak diberi pupuk kandang alasan
melakukan perlakuan ini untuk melihat perbedaan antara pertumbuhan tanaman yang
menggunakan perlakuan diberi pupuk
kandang pada lubang tanam deng yang tidak diberi pupuk kandang pada
lubang tanam. Sejauh ini dari hasil yang diteliti kalau memang ada perbedaan
antara dua perlakuan ini dimana tanaman yang lebih cepat tinggi tanaman yang
mengguankan pupuk kandang pada lubang tanam, meski tidak jauh perbedaan tetapi
tetap lebih bagus tanaman kangkung yang lebih menggunakan lubang tanam yang
diberi pupuk kandang dari pada yang tidak diberi pupuk pada lubang tanam.
Kenapa disini menggunkan lubang tanam dan jarak tanam ini untuk memudahakan
dalam penyiraman dan pembersihan gulma pada pedengan yang berisi tanaman
kangkung.
4.
Penyiraman
Penyiraman pada lahan hanya kami lakukan seminggu 2x,
bahakan setelah hujan kami hanya melakukan sekali penyiraman. Penyiraman
hanya dilakukan berikan pada lubang
tanam ini untuk menghemat air jadi satu lubang tanam satu gelas plastik.
5.
Pengendalian
Pengendalian disini yaitu pengendalian gulma secara manual
dengan mencabut gulma dengan tangan tanpa bantuan alat yang ada disekitar
tanaman kangkung yang sedang dibudidayakan. Kenapa gulma ini harus dikendalikan
supaya tidak bersaing dengan tanaman untuk berebut unsur hara yang ada dalam
tanah, supaya tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik. Tanaman kangkung
membutuhkan unsur hara makro dalam jumlah yang seimbang dari tanah, unsur hara
makro yang dibutuhkan tanaman kangkung antara lain nitrogen 16%, fosfor 12%.
6.
Panen
Pemanenan tanaman kangkung darat biasa
dilakukan setelah umur kangkung mencapai
usia 30-40 hari setelah tanam, pemanenan dapat dilakukan dua cara yaitu
dengan mencabut tanaman kangkung dan dengan cara memotong batang tanaman
kangkung dengan hati-hati agar tanaman kangkung tetap terlihat bagus sampai
pada saat pemasaran batang dan daun kangkung tidak rusak.
3.2
Hasil dan Analisis Ekonomi
Hasil
analisis usahatani budidaya kangkung didasarkan pada potensi yang dapat
dihasilkan oleh tanaman kangkung karena waktu praktikum yang tidak memungkinkan
untuk melanjutkan budidaya lebih lanjut. Berikut beberapa uraian analisis
usahatani budidaya kangkung:
Table
1. Biaya variable
No
|
Rincian
|
Jumlah
|
Harga satuan (Rp)
|
Total nilai (Rp)
|
1
|
|
|||
-
pupuk kandang
|
80 kg
|
Rp. 500/kg
|
Rp 40.000
|
|
|
3 bungkus
|
Rp. 10.000
|
Rp 30.000
|
|
Jumlah
|
Rp
70.000
|
|||
Tabel 2.
Biaya Variabel (penyusutan)
Barang
|
Harga satuan
|
Hari pakai
|
Usia kehandalan
|
Perhitungan
|
Cangkul
|
75.000
|
3 bulan (90 hari)
|
3 tahun (1080 hari)
|
90/1.080x75.000x1 = 6.000
|
Gembor
|
25.000
|
3 bulan (90 hari)
|
2 tahun (720 hari)
|
90/720x25.000x2 = 6.500
|
Sabit
|
30.000
|
3 bulan (90 hari)
|
3 tahun (1080 hari)
|
90/720x30.000x2 = 7.500
|
Ember
|
30.000
|
3 bulan
(90 hari)
|
2 tahun (720 hari)
|
90/720x30.000x2 = 7.500
|
Garu
|
60.000
|
3 bulan (90 hari)
|
3 tahun (1080 hari)
|
90/1080x60.000x1 = 5.000
|
Total Biaya
Penyusutan
|
Rp 32.500
|
|||
Tabel 3. Biaya Variabel Tenaga Kerja (implisit)
jumlah
|
Rincian
|
Frekuensi
|
Harga satuan
|
Total biaya
|
2 orang pekerja
|
Pengolahan lahan
|
2
|
Rp. 15.000/orang
|
Rp. 60.000
|
Pemupukan
|
1
|
Rp. 30.000
|
||
Penanaman
|
2
|
Rp. 60.000
|
||
Penyiraman
|
2
|
Rp. 60.000
|
||
Penyulaman
|
1
|
Rp. 30.000
|
||
Jumlah
|
Rp. 240.000
|
|||
Tabel 4. Biaya tetap
Jenis
Input
|
Jumlah
|
Harga
satuan
|
Total
biaya
|
Sewa lahan
|
35 m2
|
Rp 1.700/m2
|
Rp 178.500 selama 3 bulan
|
Ø
Analisis Potensi Keuntungan
1.
Input
·
Total Biaya Tetap
TFC = Sewa lahan
= Rp 178.500
·
Total Biaya Variabel
TVC =
biaya variabel + biaya penyusutan + biaya implisit
= Rp. 70.000 + Rp. 32.000 + Rp. 240.000
=
Rp. 342.000
·
Total Biaya (TC)
TC = TFC + TVC
=
Rp. 178.500 + Rp 342.000
=
Rp. 520.500
2.
Output
Ø Hasil Produksi
Luas lahan = 35 m2
Luas perbedengan = 8,75 m2
Jumlah bedengan = 4
Jarak tanam 20 cm x 20 cm = 400 cm2
Populasi tanaman kangkung = 87500/400 = 219 x 3 tanaman = 657 populasi tanaman per
bedeng
Populasi lahan 4 bedengan x 657 = 2628 tanaman
Satu ikat kangkung darat = 10 tanaman
Jumlah ikat kangkung darat = 2628/10= 263 ikat
Ø Pendapatan
= jumlah produksi x harga
= 263 ikat x Rp. 3.000
Ø Total Pendapatan = Rp.789.000
Ø Keuntungan
Keuntungan = total
pendapatan – biaya total
= Rp.
789.000– Rp.520.500
= Rp.
268.500
Ø Rasio R/C
Rasio R/C= 789.000/520.000= 1,51
·
Jika
nilai R/C ratio ≥ 1, maka usaha tani layak
·
Jika
nilai R/C ratio ≤ 1, maka usaha tani tidak layak
Sumber :
Sofiari. 2009.KarakterisasiKangkung Varietas Sutera
Berdasarkan Panduan Pengujian Individual.
Jurnal Agronome. Volume 15(2): 49-50.
Suwandi, N.N. Husna, M. S. 2004. Pengaruh Jarak Tanam Dan Dosis Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kangkung darat.Jurnal Penelitian Hortikultura. Volume 17 (4):20-28.
Alasan kenapa memilih tema ini karena:
untuk mengetahui analisis usaha tani tanaman kangkung apakah tanaman tersebut layak atau tidak untuk dijadikan bisnis kedepannya dan artikel saya buat ini dari hasil praktikum saya dasar-dasar agronomi waktu kemarin.






0 komentar:
Posting Komentar